09 Mei 2012

Apakah Saya Curang?

Saya penggemar berat game Football Manager, dan saya yakin saya tidak sendiri. Memainkan game yang tidak memiliki tujuan akhir rasanya sangat menyenangkan. Paling tidak itu yang saya rasakan ketika memainkan game ini dan juga The Sims. Di saat yang sama, tidak adanya tujuan akhir ini sekaligus juga bisa menurunkan motivasi sehingga tampak membosankan. Sejauh ini, saya belum pernah memainkan FM secara online, tapi saya punya cara sendiri untuk membuat permainan Football Manager ini tidak membosankan. Paling tidak, dengan cara ini saya terhindar dari keinginan untuk mengulang game ini dari awal. Rekor terlama saya dalam satu file simpanan Football Manager adalah memainkan sekitar 15 musim. Dari 2011/2012 sampai 2026/2027, di FM 2011 taun lalu, dengan rentang memainkan selama sekitar 6 bulan. Tidak fantastis memang, tapi juga tidak bisa dibilang sebentar. Sebagai gambarannya, saat itu Lionel Messi telah pensiun dan menjadi pelatih, dan Iker Muniain telah menjadi pemain paling senior di Barcelona saya.

Ketika memulai game, saya selalu memilih tim yang established. Sejauh ini favorit saya adalah, Barcelona. Tidak sulit memainkan tim ini, karena semua kelebihan sebuah tim sudah ada. Pemain bagus, uang banyak, fasilitas lengkap, dan staff oke. Saking gampangnya, ditinggal holiday selama setahunpun biasanya Barcelona masih meraih banyak juara. Manajer yang melatih Barcelona ini nantinya juga akan saya usahakan untuk sekaligus melatih timnas, prioritasnya adalah Spanyol. Saya juga kemudian menambah seorang manajer lagi, untuk kemudian melatih tim semenjana. Biasanya pilihan pertama saya adalah Arema. Oke, Arema memang terhitung tim besar di Liga Indonesia, tapi jika diambil skala dunia, maka Arema memiliki koefisien yang cukup kecil. Tujuan saya memanajeri Arema adalah untuk membawanya menjadi juara dunia antar klub. Tidak mudah memang, tapi tantangan ini menarik buat saya. Untuk mencapai tujuan itu, tentunya saya memerlukan skuad yang kuat. Saya harus mengumpulkan pemain-pemain terbaik Indonesia, dan merekrut pemain asing yang bagus dan bersedia bermain di Indonesia. Untuk mewujudkan ini saya perlu dukungan dana  yang sangat besar. Caranya? Dengan menyuntikkan dana dari Barcelona. Cara riilnya? Manajer Barcelona (yang saya jalankan) akan membeli pemain muda potensial dari Arema (yang juga saya mainkan) dengan harga yang sedikit di mark up. Untuk Barcelona, harga itu realtif kecil, tapi untuk Arema, uang yang dihasilkan cukup besar. Cukup untuk membeli beberapa pemain berstandar nasional. Jika pembelian mark-up ini dilakukan beberapa kali, maka dana untuk Arema menjadi sangat besar. Di saat yang sama, Barcelona tidak perlu sampai jatuh miskin. Harus dipastikan pula bahwa Barcelona tetap meraih prestasi secara konsisten.

Kelak, jika Arema sudah menjadi juara dunia (atau paling tidak jadi runner up), saya akan resign, dan mengembara ke eropa untuk melamar ke tim-tim dari liga bawah. Tim ini kelak memiliki tujuan yang sama, yaitu supaya jadi tim kuat eropa, dan menjuarai Piala Dunia Antar Klub. Juga dengan cara yang sama, injeksi dana dari Barcelona. Jika tim itu sudah menjadi juara dunia, saya akan resign lagi, dan mencari klub baru lagi. Di FM 2012 cara ini makin menyenangkan, karena kita bisa membuka dan menutup sebuah liga ketika permainan sedang berlangsung, tanpa harus mengulang seperti FM yang sudah-sudah.

Cara ini berhasil menghindarkan saya dari kebosanan bermain FM. Saya juga menjadi sangat puas ketika tim yang tadinya kecil kemudian bisa bicara banyak di eropa. Lebih puas lagi jika tim itu masih kuat ketika sudah saya tinggalkan.

So, pertanyaannya, apakah saya curang?

0 komentar:

Poskan Komentar