Tampilkan postingan dengan label World. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label World. Tampilkan semua postingan

10 Juli 2014

Main Prediksi-Prediksian (Bagian-4)

Nhah kan, doa saya terkabul. Beneran yang masuk final adalah Jerman dan Argentina.


Akhirnya kejutan kembali terjadi di semifinal, setelah babak 16 dan 8 besar relatif sepi dari hal-hal yang tidak terprediksi.

Kemenangan Jerman sebenarnya sesuai prediksi, tapi skornya lah yang mengejutkan. 1-7, men!!! Belum sampe menit 30 udah 0-5 aja. Saya yakin kalo intensitas Jerman tetap stabil, bisa aja skornya sampai 2 digit. Mungkin in the name of respect Jerman mulai ogah-ogahan. Itu aja masih nambah 2 gol lagi. Buat hiburan, Neuer ngasih lah satu gol buat Brazil. Duet Dante-Luiz kacau banget. Semacam sama-sama bingung mau kemana. Gampang banget diobrak abrik. Tanpa Neymar, di depan seperti juga ga paham mau ngapain. Mau ga mau saya jadi ngelirik Scolari nih. Sebenernya pemainnya disuruh ngapain sih kok ga kompak banget gitu? Cukup berat juga bagi Brazil untuk bisa mengalahkan Belanda di perebutan tempat ketiga. Goodluck deh.

Hasil yang sangat baik untuk Jerman, tapi sedikit bahaya kalo kondisi mental nya mulai terlena akibat kemenangan mudah ini. Jerman masih jadi tim yang paling balance, siap untuk memainkan bermacam-macam gaya sepakbola. Neuer lebih dari siap untuk memimpin pertahanan dari bawah mistar. Dan dari belakang. Dan dari tengah. Lha ini jatahnya kiper lho, tapi kalo lagi jadi sweeper sampe keluar kotak penalti segala. Bagus pula clearance nya. Lawan Argentina, jika high-line pressure ini meleset sedikit saja bisa jadi berbahaya, dan gap yang jauh bisa dimanfaatkan oleh striker-striker "licik" Argentina. Di tengah sih ga ada masalah. Masalahnya malah justru opsi yang melimpah. Jerman jelas akan memenangkan pertarungan lini tengah. Disokong Gotze dan Ozil di kanan/kiri/belakang dari striker/false9, Low bisa memainkan false 9 ala Muller atau pure 9 ala Klose. Dua-duanya berbahaya. Btw, do you smell some Pep's touch in this Germany national team? Let's talk about it later, then. Tim ini adalah unggulan saya. Have I said that before? How often?


Belanda versus Argentina juga sangat mengejutkan. Kejutannya adalah karena tidak ada kejutan!!! Sungguh, saya berharap ada kejutan lagi dari Van Gaal kali ini. Yang terlihat dari tivi, Van Gaal menyusun tembok yang kokoh di belakang untuk mengantisipasi dahsyatnya barisan depan Argentina, dan mengawal Messi begitu ketat. Ya, Argentina tidak cukup banyak membuat peluang berbahaya, tapi juga vice versa. Kelihatannya Van Gaal benar-benar mengandalkan kecepatan Robben untuk melakukan counter attack secepat kilat. Ketika di menit-menit akhir Van Persie diganti Huntelaar, Van Gaal mungkin ingin mengulang kejutan ala lawan Mexico. Tapi kejutan yang diulang tidak lagi mengejutkan. Ketika kemudian Van Gaal melakukan pergantian ketiga kalinya, maka dipastikan tidak ada lagi kejutan ganti kiper untuk penalti. Ketidakadaan kejutan ini lagi-lagi kembali mengejutkan. Dan benar saja, Cilessen terlihat seperti krisis percaya diri, mungkin karena di pertandingan sebelumnya merasa tidak dipercaya Van Gaal dalam urusan penalti. Cilessen gagal membendung seluruh tendangan penalti Argentina, dan secara tidak mengejutkan Belanda gagal ke final. Sungguh mengejutkan. Do it better against Brazil, Van Gaal. Tampaknya posisi ketiga cukup nyaman buat Belanda, meskipun Robben bilang ga terlalu antusias. Tapi kan hadiahnya lebih gede daripada juara ke-empat, Ben...

Argentina adalah Paradoks. Memiliki barisan penyerang yang dahsyat, Argentina justru terlihat sangat bagus ketika bertahan. Kompak, pressing ketat, cepat, dan taktis. Robben yang katanya cepat itupun berhasil dieliminir dengan sangat baik. Masih ingat tackling Mascherano? What a defender!!! Argentina tidak memiliki banyak peluang, tapi dari yang sedikit itu sebenarnya cukup menjanjikan. Hanya saja peluang terakhir tidak jatuh ke pemilik kaki yang seharusnya. Bukan ke Messi, bukan Higuain, bukan Aguero, apalagi Di Maria. Dan ketenangan Romero dalam menggagalkan penalti Vlaar dan Sneijder akhirnya berperan sangat krusial.

Messi adalah kapten, Messi adalah playmaker, Messi adalah inspirator, Messi adalah top skorer Argentina, Messi adalah katalis. Dia menunjukkan hal-hal yang sangat sedikit bisa dilakukan pemain-pemain top dunia. Pernah dapet Balon D'Or ketika lebih sering bermain di sayap, dan kemudian dapet gelar yang sama ketika sering bermain sebagai penyerang tengah, kini Messi sukses mengantarkan Argentina ke Final Piala Dunia ketika bermain sebagai playmaker. Sepertinya future Messi adalah yang seperti ini. Lebih ke otak daripada ke otot, tapi ketika ototnya diperlukan, dia akan melakukan itu dengan sangat baik. What a player He is. Gelar Piala Dunia sebenarnya sangat layak untuknya. Dan kemudian Balon D'Or kelima. 

Melawan Jerman nanti, Sabella pasti akan menginstruksikan pemainnya untuk lebih hati-hati bertahan. Pressing sangat ketat untuk memutus aliran bola, dan bersiap melakukan serangan balik. Mentalitas Argentina terbukti cukup siap untuk meladeni mentalitas Jerman yang sedang matang. Lebih baik lagi jika Di Maria dinyatakan fit untuk bermain di final. Koneksi Real Madrid-Barcelona inilah yang menjadi awal serangan bahaya Argentina. Komunikasi telepatik mereka lah yang paling nyambung.

Saya mendukung Jerman, tapi sebagian hati saya ikhlas jika Argentina juara. Pertama, Messi factor. Kedua, Argentina saat ini adalah underdog. Ketiga, terlalu banyak yang mendukung Jerman. Keempat, we want more drama, for sure.

Yang perlu diantisipasi adalah kelelahan Argentina, akibat pertandingan yang hingga extra time pun masih berakhir seri. Artinya, Argentina telah bermain dengan penuh konsentrasi 30 menit lebih lama daripada Jerman. Tentu saja ini sebuah kerugian dari sisi fisik, namun bisa jadi keuntungan dari sisi mental, jika awareness nya bisa tetap dijaga. Sementara Jerman justru memiliki satu hari lebih banyak untuk recovery, dan ditambah dengan keyakinan akan menang di pertandingan melawan Brazil yang sudah diraih di menit 30, sehingga selebihnya Jerman tidak lagi bermain ngotot. Secara kondisi, para pemain Jerman jauh lebih diuntungkan.

Piala Dunia yang cukup menyenangkan, saya rasa. Kini mari kita tunggu Final bersejarah ini. Bersejarah, karena tidak ada Final Piala Dunia yang tidak bersejarah. Hehehe.

Sampai jumpa di Main Prediksi-Prediksian Bagian terakhir setelah pemenang Piala Dunia ditentukan. Semoga semua stasiun televisi mengumumkan pemenang yang sama.

08 Juli 2014

Masa Depan Timnas Spanyol Setelah "Gagal Total"

Meskipun tidak sepenuhnya ngefans, di antara Sepakbola negara-negara Eropa, pengetahuan saya yang sedikit ini paling banyak tahu tentang Spanyol. Pertama, karena tiap kali main Football Manager, saya selalu sempatkan melatih timnas Spanyol. Kedua, Spanyol merajai sepakbola dunia dalam 6 tahun terakhir. Ketiga, Spanyol juga merajai olahraga-olahraga lain selain sepakbola. Keempat, kesuksesan Guardiola di Barcelona membuat sepakbola Barcelona dibicarakan banyak orang, dan kesuksesan ini merembet juga ke pola permainan Spanyol. Kelima, artikel tentang analisa kekuatan timnas Spanyol ini beredar dimana-mana.

Dari situlah saya melihat, sepakbola (dan olahraga lainnya) Spanyol sebetulnya memiliki masa depan yang sangat cerah. Jika saja boleh, seharusnya Spanyol mengirim dua tim untuk menghadapi Piala Dunia kemarin. Satu tim yang berhasil ga lolos grup itu, plus satu tim lagi yang berisi para pemain muda. Saya yakin dua-duanya punya potensi yang sama besar, bahkan tim B nya bisa jadi lebih bersinar.

Baik dari hasil pengamatan di game FM maupun lihat-lihat di dunia nyata, banyak sekali pemain muda Spanyol yang sudah dan siap bersinar nantinya. Ini adalah beberapa di antaranya :



1. David De Gea (Kiper, 23)


De Gea bukan lagi pemain potensial. Di sudah jadi pemain papan atas. De Gea jauh lebih layak untuk jadi starter di Piala Dunia kemarin daripada Casillas dan Reina. Performa nya hanya kalah sedikit dari Victor Valdes sebelum cidera. Buktinya, dengan barisan bek yang meragukan, De Gea justru jadi pemain terbaik musim lalu di MU. Di usia 23, Spanyol (dan Manchester United) masih punya alasan untuk optimis dan merasa aman di bawah mistar.


2. Marc Bartra (Bek Tengah, 23)


Bartra sejatinya memiliki potensi yang disejajarkan dengan Varane. Hanya saja Varane di masa Mourinho memiliki jam terbang lebih banyak daripada Bartra. Bartra adalah pemimpin Barca B sebelum dipromosikan ke tim inti, sehingga kepemimpinannya telah terbukti menjadi sangat penting untuk melengkapi kemampuan bertahannya. Dengan asuhan Luis Enrique yang sangat mengenalnya di tim muda dulu, Bartra diyakini akan terus berkembang dan menjadi dynamic duo bersama Pique.


3. Daniel Carvajal (Full Back, 22)


Di usia muda, Carvajal sudah dipercayakan menempati posisi inti di Real Madrid, menggusur seniornya di timnas, Alvarao Arbeloa. Sejatinya, Carvajal adalah cadangan dari Martin Montoya di timnas U-21, tapi perbedaan jam terbang membuatnya justru jadi lebih bersinar daripada rival dari Barcelona nya itu.


4. Sergi Samper (Gelandang Bertahan, 19)


Nama ini belum terlalu banyak dikenal, kecuali oleh pemerhati La Masia-nya Barcelona. Pemain ini dibanding-bandingkan dengan seniornya, Sergio Busquets, karena kemampuannya membaca permainan dan ketepatan menyikapinya.


5. Koke (Pemain Tengah, 22)


Jika legenda hidup sekelas Xavi mengatakan bahwa Koke adalah orang yang paling pas untuk kelak menjadi roh permainan Spanyol, maka apa lagi yang bisa kita sangsikan? Kejayaan Atletico Madrid meraih gelar liga musim lalu tidak lepas dari peran si anak muda ini.


6. Thiago (Pemain Tengah, 23)


Thiago ini kapten Spanyol U-21 ketika jadi juara dunia. Jika Koke dianggap seperti penerus Xavi, maka Thiago adalah Iniesta-nya. Yak, memang tidak akan sama, itu adalah gambaran perbedaan peran dua orang ini. Sebagai pemain berdarah Brazil yang besar di Spanyol, Thiago memiliki pergerakan, dribble, ball-keep, dan passing yang sangat baik. Jika seorang Guardiola sangat ngebet untuk membawanya ke Bayern, kemudian "memaksakan" Thiago untuk menjadi sentral permainan Bayern, maka kita bisa ikut melihat potensinya, bukan?


7. Isco (Pemain Tengah, 22)




Musim 2012/2013, Isco adalah nyawa permainan bagus Malaga. Hal itu membuat Real Madrid tertarik untuk membawanya ke Bernabeu. Meskipun kemudian tidak terlalu banyak mendapat jatah sebagai starter, Isco tetap menunjukkan permainan berkelas ketika dipercayakan untuk bermain.


8. Gerard Deulofeu (Penyerang Sayap, 20)
 

Dulu, media sempat menyebutkan bahwa Barcelona memiliki Cristiano Ronaldo-nya sendiri yang sedang dicetak di akademinya. Orang itu adalah Gerard Deulofeu. Memang ketika melihat gaya Deulofeu, wajar saja ketika orang-orang menyamakan dia dengan Ronaldo. Cepat, skillful, dan sedikit individualistis.


9. Munir El-Haddadi (Penyerang Sayap, 18)


Namanya relatif belum dikenal banyak orang, namun di kalangan internal Barcelona pemain ini digadang-gadang akan menjadi pemain top di masa depan. Bisa bermain di kedua sisi sayap maupun gelandang serang tengah, pemain berdarah Maroko ini punya potensi besar untuk jadi bintang besar.

10. Adama Traore (Penyerang Sayap, 18)


Siapa dia? Seberapa hebat kemampuannya? Ilustrasinya begini : Traore promosi ke Barcelona B hanya setengah musim sejak Januari, lalu di akhir musim menjadi salah satu best XI di Liga Adelante. Menurut beberapa scout talent Barcelona, Traore memiliki potensi yang lebih besar daripada Deulofeu. Bertipe pemain sayap yang senang menyisir pinggir lapangan lalu mengirim crossing manis, Traore adalah tipe yang disukai striker oportunis. Dengan penanganan yang pas, maka barisan depan Spanyol akan dibanjiri pemain-pemain luar biasa.


11. Jese Rodriguez (Penyerang Sayap, 21)


Kata Ancelotti, Jese adalah pemain berbakat yang skilfull dan memiliki visi luar biasa. Di usia dini, Ancelotti sudah memberi kepercayaan cukup besar padanya. Mobilitas tinggi, kuat di kedua kaki, dan kemampuan passing oke membuat Jese bisa menempati semua posisi di depan, baik striker, sayap kanan-kiri, di belakang striker, ataupun false nine.


12. Alvaro Morata (Striker, 21)


Mungkin dia adalah the new Fernando Morientes. Morata merupakan produk asli akademi Real Madrid yang bagus di udara, memiliki pergerakan oke, dan finishing mematikan. Beberapa tahun lagi akan siap bersaing dengan deretan striker Spanyol lainnya.


Beberapa nama di atas masih belum termasuk pemain yang berada di usia emas (24-27) yang saat ini sudah berada di skuad inti Spanyol seperti Sergio Busquets, Pedro, Javi Martinez, Juan Mata, Jordi Alba, Cesar Azpilicueta, Cesc Fabregas, Gerard Pique, dan juga pemain hebat yang menunggu panggilan timnas seperti Asier Illaramendi, Inigo Martinez, Alvaro Negredo, Fernando Llorente, dan Roberto Soldado.

Jika kontrak Del Bosque masih lanjut hingga Euro 2016, layak disimak apa yang akan dia lakukan untuk regenerasi. Tidak lolos babak penyisihan Piala Dunia, padahal memiliki skuat yang hebat, sebenarnya cukup memalukan. Mampukah dia bangkit dari keterpurukan ini?

Saya sebenarnya curiga jangan-jangan sejak menggantikan Aragones, si Del Bosque ini magabut. Dia cuman dateng pas latihan, trus bilang ke pemainnya gini : "Hazlo como Barcelona!!!" alias "Do it like Barcelona!!!". Hasilnya, di 2010 dan 2012, ketika Barcelona lagi bagus-bagusnya, Spanyol juga main keren. Sekarang, ketika Barcelona tidak dalam kondisi terbaik, Spanyol juga kebaca banget strateginya. Sama seperti Barcelona, gaya Spanyol itu well read and well studied.

Sudah bukan lagi waktunya untuk menggantungkan kreatifitas ke pemain-pemain lama. Spanyol harus jadi baru. Eksplosif dan tak terduga. Bisa posession, bisa counter attack. Bisa vertikal, bisa horizontal, atau malah diagonal. Ah, biar Del Bosque aja deh yang mikirin. Saya nonton hasilnya aja.

Sementara itu, Sepakbola dunia kembali menarik lagi. Dulu, nongolnya Spanyol yang membawa identitas pada permainannya membuat sepakbola jadi segar, karena memang sedang minim identitas dan stabilitas. Kedigdayaan Spanyol membuat mereka jadi acuan sepakbola dunia. Kini, para pengacu itu sudah berkali-kali membuktikan bahwa filosofi itu tidak hanya punya kelemahan, tapi menyisakan celah lebar untuk dieksploitasi. Kini kembali lagi hadir dunia sepakbola tanpa identitas dominan yang "baru". Waktunya sepakbola menjadi dinamis tak terprediksi. Brazil pernah menjadi idola dengan aksi individu nya yang cantik. Italia adalah master pertahanan gerendel. Inggris meskipun tidak pernah sukses-sukses amat pernah dicap sebagai tim kick and rush yang sangat vertikal. Belanda konon pencipta total football. Dan kemudian Spanyol muncul dengan filosofi posession-based nya.

And now, what's next?

06 Juli 2014

Main Prediksi-Prediksian (Bagian-3)

Ah, enggak. Kali ini saya bukan bikin prediksi. Saya maunya berdoa.

Prediksi saya yang terakhir semua benar di hasil, tapi salah di skor. Dan akhirnya saya pun jadi kehilangan semangat untuk berpikir obyektif dalam bikin prediksi. Hasrat saya terlalu besar untuk mendoakan salah dua nya. Saya sangat bersemangat untuk bisa melihat :

JERMAN

dan

ARGENTINA

nanti di final.




Jadi begini...

1. Brazil
Brazil kehilangan Neymar dan Thiago Silva. Ya, memang masih ada Dante dan Ramires yang sangat bisa mengisi posisi keduanya, tapi saya rasa tidak ada pemain yang levelnya setara dengan dua pemain yang saya sebut di awal. Sebagai tim, Jerman lebih balance, sehingga cukup berat bagi Brazil untuk bisa melaju ke final.

Extra self-centered note : Di tulisan pertama, saya mengatakan Brazil adalah unggulan teratas. Jika Brazil juara, maka ramalan saya punya bukti pendukung. Seolah-olah prediksi saya ada benar-benarnya dikit.


2. Jerman
Balance, kreatif, determinan, spartan, punya kiper super. Nuff said.

Extra self-centered note : Ga perlu dijelaskan panjang. Unggulan saya. Titik.


3. Belanda
Belanda hanya meyakinkan lawan Spanyol. Di pertandingan lain, Belanda biasa saja, tapi Van Gaal selalu punya solusi untuk segala kondisi Belanda ketika menghadapi siapapun. Mengganti van Persie dengan Huntelaar? Mengganti kiper untuk persiapan penalti? Kata cerdik tidak cukup mewakili?

Extra self-centered note : Kalo Belanda juara, pujian terbesar layak diberikan pada pelatihnya. Dan pelatih ini juga baru saja diangkat jadi pelatih sebuah klub besar Inggris. Exciting.


4. Argentina
Nhah, di pertandingan lawan Belgia kemarin lah Argentina mulai menunjukkan permainan sebagai sebuah tim. Coba lihat waktu Argentina bertahan. Kompak dan determinan, bro. Kekurangannya adalah lini tengah yang tidak mampu mendominasi, apalagi di semifinal nanti kemungkinan besar tanpa Di Maria. Tapi Belanda juga lini tengahnya ga dominan amat kok. Gerombolan penyerang Argentina punya kans besar untuk meledak lebih kuat kali ini. Apalagi kabarnya Aguero sudah siap comeback.

Extra self-centerd note : Messi juara dunia? The best footballer ever. Affirmative.

01 Juli 2014

Main Prediksi-Prediksian (Bagian-2)

And here we go now, 2014 world cup's quarter final.

Jadi ceritanya, prediksi-prediksian yang saya buat ternyata belum bisa dibilang berhasil. Yah, seberapa gagalnya silakan dinilai masing-masing, yang jelas presentase kesalahan cukup besar. Perbandingannya silakan dilihat di gambar ini :



FYI, prediksi ini dibuat setelah partai pertama Piala Dunia antara Brazil lawan Kroasia, jadi satu pertandingan itu tidak dihitung, sehingga total ada 47 pertandingan yang saya bikin prediksi-prediksian nya.

Dari hasil tersebut, prediksi menang kalah yang benar adalah 20 pertandingan, atau sebesar 42,55%, dan yang salah adalah sisanya, yaitu sebanyak 27 pertandingan atau 57,45%. Dari 20 prediksi benar itu, hanya ada 2 pertandingan yang skor nya tepat, yaitu Australia-Spanyol dan Italia Uruguay. Prediksi skor ini hanya 10% dari hasil prediksi menang-kalah yang benar, bahkan hanya 4,26% dari keseluruhan prediksi.

Alasan kecilnya kebenaran prediksi ini memiliki tiga kemungkinan. Satu, kemampuan prediksi saya abal-abal. Dua, banyak kejutan terjadi di Piala Dunia ini. Tiga, bisa jadi dua-duanya. Eh, maaf, ada juga kemungkinan keempat, yaitu : Empat, lain-lain .......... (isi sendiri)

Well, saya tidak akan menyangkal bahwa saya bukan pembuat prediksi yang handal. Pengetahuan dan analisa sepakbola saya levelnya sama sekali tidak tinggi. Tapi saya meyakini Piala Dunia kali ini memang banyak kejutan. Paling tidak, saya yang terkejut. Even the predictable matches are unpredictable.

Di grup A, lolosnya Mexico dan bukan Kroasia saya rasa tidak terlalu mengejutkan meskipun awalnya saya anggap Kroasia akan lebih beruntung.

Kejutan pertama ada di Grup B. Oke, mungkin Spanyol sudah diramalkan tidak akan hebat-hebat amat, tapi saya cukup terkejut ketika ternyata mereka payah amat. Tanpa semangat juang, tidak ada ide, pertahanan rapuh, dan regenerasi yang kurang oke membuat Spanyol dipermalukan Belanda dan Chili. Awalnya saya kira kekalahan lawan Belanda adalah wake up call, ternyata yang terjadi malah jadi pass out hit.

Meskipun salah, saya tidak terkejut sama sekali dengan apa yang terjadi di Grup C, karena bagi saya ini adalah grup neraka karena sama-sama medioker, namun kehebatan Kolombia patut diapresiasi, karena meskipun tanpa Falcao pun, mereka mampu lolos hingga paling tidak babak 8 besar, dengan menyingkirkan Uruguay yang tanpa Luis SUarez.

Kejutan terbesar saya rasa terjadi di Grup D. Prediksi-prediksian saya tepat ketika meramalkan Uruguay jadi runner up grup, tapi salah besar ketika meremehkan Kostarika. Kenyataannya negara dengan sejarah sepakbola yang panjang macam Uruguay, Italia, dan Inggris tidak ada yang sanggup mengalahkan Kostarika. Negara yang saya kesampingkan sejak awal ini justru jadi juara grup. Dan malah lolos ke 8 besar mengalahkan Yunani.

Grup E dan F harus saya skip, karena prediksi-prediksian saya benar.

Grup G menyelipkan USA yang lolos, menyingkirkan Ghana dan Portugal. Meskipun keliru, saya cukup puas. Portugal seperti one-man team, tidak layak lolos grup.

Grup H mirip seperti grup D. Aljazair yang sama sekali saya remehkan ternyata sukses menemani Belgia menembus babak 16 besar. Russia yang diasuh Capello justru tampak melempem.

Tentu saja kejutan-kejutan seperti ini sangat menyenangkan untuk penikmat hiburan reality show terbaik di dunia yang diberi nama Sepakbola ini. Drama-drama menegangkan menyisakan adrenalin yang membuat kita bisa tetap terjaga dan betah membicarakannya bahkan hingga berhari-hari. Jauh lebih menyenangkan daripada membicarakan dua kubu Calon Presiden yang pendukung fanatiknya makin lama makin memprihatinkan ngawurnya.

Dua hari lagi, babak perempat final akan dimulai. Ternyata, semua peserta babak 8 besar adalah juara grup di babak penyisihan. Sungguh hasil yang fair. Yang akan bertanding adalah :

1. Prancis vs Jerman, 4 Juli, 23.00 WIB
2. Brazil vs Kolombia, 5 Juli, 03.00 WIB
3. Argentina vs Belgia, 5 Juli, 23.00 WIB
4. Belanda vs Kostarika, 6 Juli, 03.00 WIB

Nhah sekarang, waktunya kita main prediksi-prediksian lagi.

Sejak awal, jagoan teratas saya adalah Jerman. Bukan karena faktor teknis segala macem, tapi karena saat ini adik saya sedang ada di Jerman. Silakan tertawa sebentar kalo perlu. Jadi, saya ingin Jerman lolos ke semifinal, menyingkirkan Perancis. Saya rasa dengan skuad yang sangat seimbang, Jerman akan bisa mengatasi permainan Perancis yang ternyata stabil nya lebih bagus daripada yang diperkirakan. Saya perkirakan, tepatnya. 2-0 untuk Jerman.

Brazil agak menurun belakangan ini. Dan jika bukan karena adanya tiang gawang, bisa jadi Brazil dieliminasi Chili yang bermain sangat bagus dengan semangat juang tinggi. Eh tapi, kalo tidak ada tiang gawang, pasti pertandingannya tidak jadi dilaksanakan ding. Oke, lanjut. Kolombia punya wonderkid yang mengaku pernah ditolak MU yang (secara idiot) lebih memilih Bebe. Namanya James Rodriguez. Kata pertama di nama itu konon dibacanya bukan Jems, tapi Hames. Saat ini dia adalah top skorer Piala Dunia dengan 5 gol, mengungguli nama-nama seperti Muller, Messi, dan Neymar. Apa? Kenapa? Ada yang nanya Ronaldo? Ronaldo siapa ya? Oke, lanjut lagi. Meskipun Kolombia tampil luar biasa, saya tetap meyakini mentalitas para pemain Brazil yang main di kandang sendiri dan memiliki para pemain yang memiliki jam terbang tinggi di Eropa akan berbicara banyak. Apalagi Brazil memiliki tradisi kuat dalam memenangkan adu penalti meskipun di babak normal kipernya biasa-biasa saja. Ini jadi modal sangat penting dalam menjalani turnamen knock out seperti Piala Dunia ini. Brazil akan menang, 3-1.

Belgia memiliki pemain yang sangat menjanjikan. Namun kali ini, belum waktunya untuk bisa menyingkirkan penyerang-penyerang dahsyat Argentina. Belgia lebih unggul di belakang, dan tidak beda jauh kekuatan di lini tengahnya dibanding Argentina. Namun Messi-factor, yang meraih 4 gelar Man of The Match di 4 pertandingan Argentina, akan membuat Belgia tidak leluasa mengembangkan permainan. Argentina menang, 2-1. Awas counter attack Belgia.

Jangan remehkan Kostarika. Itulah pelajaran penting minggu lalu. Tapi juga jangan lupakan apa yang bisa Belanda lakukan melawan juara bertahan. Jika Kostarika bisa tetap mempertahankan intensitasnya, saya yakin Belanda bisa tersingkir. Namun dengan adanya Van Gaal di bench, saya masih merasa Belanda akan unggul. 2-0.

Yap, saya punya prediksi hasil dari pengetahuan pas-pasan. Namanya juga prediksi-prediksian buat lucu-lucuan dan asik-asikan. Saya tetap berharap masih banyak kejutan dan drama yang muncul dari sini. Siapa tahu ternyata finalnya malah Kolombia lawan Kostarika. Menarik bukan? Tapi akan jauh lebih mengejutkan lagi jika ternyata final kali ini mempertemukan Brazil lawan Jerman...

Karena ga mungkin.
Kalaupun menang terus, keduanya bakal ketemu di semifinal.
Jerman vs Brazil, dan Argentina vs Belanda.

Jika ini kejadian, sepertinya saya tidak sanggup lagi membuat prediksi. Terlalu seimbang. Apapun bisa terjadi. Yang kita tunggu selanjutnya adalah kejutan, kejutan, dan kejutan. Drama, drama, dan drama.

Yak, di liga eropa, musim ini penuh dengan kejutan. So, kenapa di Piala Dunia tidak?

12 Juni 2014

Main Prediksi-Prediksian (Bagian-1)

Waktunya main-main dengan prediksi. Lha namanya juga prediksi, bisa benar dan bisa salah. Kalo salah ya wis, kalo ndilalah bener yang senengnya minta ampun. Sejak mulai nulis di blog ini, Piala Dunia tahun ini adalah Piala Dunia pertama, jadi ya sepertinya kali ini bakal saya asik-asik kan sendiri lewat prediksi saya sendiri yang nantinya juga saya nilai dan koreksi sendiri. Kalau ada yang ikutan baca, trus manggut-manggut atau geleng-geleng, atau tertawa terbahak-bahak, atau jadi bahan bluffing pas nongkrong, atau malah jadi dasar pasang taruhan ya itu komplimen buat saya.

Jadi, mari asik-asikan dan lucu-lucuan dengan main prediksi-prediksian.



Grup A
Brazil, Kroasia, Kamerun, Meksiko.

Berdasarkan tulisan saya sebelumnya, jelas yang lolos pertama adalah Brazil. Berstatus juara grup. Tinggal bicara pendampingnya nih. Karena Kroasia, Kamerun, dan Meksiko relatif punya kekuatan yang tidak berbeda jauh. Jika materi tidak timpang, maka mentalitas, pengalaman, dan strategi pelatih akan memegang peranan penting. Kamerun cenderung punya banyak masalah, seperti berita "lucu" terakhir yang menceritakan bahwa para pemain sempat ngambek tidak jadi berangkat jika permasalahan bonus belum tuntas. Well, masalah sebenernya seperti apa saya tidak benar-benar tahu, tapi jelas nampak bahwa soliditas mereka sangat terganggu. Di Meksiko ada Chicarito dan Rafa Marquez yang cukup menularkan pengalaman kompetitif. Namun, saya memprediksikan Kroasia yang dipimpin duo juara eropa, Luka Modric dan Ivan Rakitic, akan melenggang tidak mulus menemani Brazil.

Grup B
Spanyol, Belanda, Chili, Australia

Juga berdasarkan tulisan sebelumnya, maka Spanyol akan lolos sebagai juara grup. Dan dari tiga yang tersisa, Australia saya rasa memiliki materi paling lemah, sehingga menyisakan Belanda dan Chili untuk bertarung memperebutkan posisi runner up. Untuk yang ini my vote (or hope?) goes to Chili. Yang sangat penting, Spanyol di Grup B dan Brazil di Grup A harus menempati peringkat yang tidak sama, misal : sama-sama juara grup atau sama-sama runner up, supaya tidak langsung bertemu di babak selanjutnya, dan menjaga posisi untuk adanya final ideal.

Grup C
Kolombia, Yunani, Pantai Gading, Jepang

Saya rasa ini adalah tim neraka, karena terdiri dari empat tim yang memiliki kemampuan merata. Sama-sama menengah. Kolombia memang melemah dengan alpanya Falcao. Yunani terkenal punya pertahanan kuat. Pantai Gading adalah tim afrika yang diisi pemain-pemain elit macam Toure bersaudara dan Didier Drogba. Dan Jepang bisa jadi adalah tim terkuat di Asia. Agak berat saya memprediksikan ini, tapi ya sudahlah, secara asal-asalan saya mengajukan Pantai Gading dan Jepang untuk maju terus ke babak selanjutnya di posisi 1 dan 2.

Grup D
Uruguay, Kosta Rika, Inggris, Italia.

Pertama saya merasa perlu untuk (dengan penuh rasa hormat) mengesampingkan Kosta Rika dari persaingan tiga tim lainnya. Inggris sama sekali tidak pernah membuat saya percaya mereka bisa melakukan hal yang di luar ekspektasi. Meskipun memiliki Liga yang dianggap paling borjuis sedunia, timnasnya selalu melempem dalam beberapa turnamen penting terakhir, bahkan ketika Scholes, Beckham, Gerrard, dan Lampard yang waktu itu dianggap kuartet paling top sedunia masih bermain bersama. Entah karena terlanjur sok artis, infleksibilitas strategi, kecapekan setelah ber liga setahun penuh, atau kekurangcakapan pelatih, Inggris yang dihuni pemain berlabel harga tinggi tidak pernah tampil meyakinkan di turnamen Internasional. Tapi kalo untuk lolos grup ya, masih mungkin lah. Saya rasa Inggris bakal lolos sebagai juara grup, ditemani Uruguay. untuk Italia, ya gimana ya, Liga nya belum benar-benar pulih jadi Liga elit, pemain muda yang muncul tidak banyak, dan permasalahan internal organisasi nya sepertinya terlalu pelik untuk diuraikan. Yang mungkin menolong Italia adalah faktor tradisi. Juara dunia 4 kali, gitu loch. Tapi ya tetep, prediksi saya Italia ga lolos fase grup. Eh, tapi kemarin-kemarin biarpun Italia tidak meyakinkan di partai-partai ujicoba, akhirnya tetap berprestasi bagus ketika turnamen benar-benar berjalan. Jadi, gimana dong?
Btw, kalo sebelumnya saya males bahas Inggris, kenapa kali ini Inggris dapet jatah dibahas paling panjang ya?

Grup E
Swiss, Ekuador, Perancis, Honduras

Jika dilihat bahwa di musim ini banyak anomali, maka bukan tidak mungkin itu berarti Honduras akan menjadi juara dunia. Tapi itu lebay. Maaf. Saya memperkirakan Honduras akan tersisih tanpa meraih kemenangan. Perancis lah yang akan lolos sebagai juara grup, ditemani Swiss. Waktunya bagi Perancis untuk mengembalikan reputasi mereka, dan waktunya bagi Swiss untuk berbicara lantang di level dunia melalui kiprah Valon Behrami, Gokhan Inler, Xherdan Shaqiri, dan kawan-kawan. Valencia, maafkan aku yang menyepelekanmu ya, Bro...

Grup F
Argentina, Bosnia-Herzegovina, Iran, Nigeria

Yes, Argentina akan melaju tanpa terkendala banyak. Meskipun barisan bek nya ga hebat-hebat amat, performa Argentina sangat meyakinkan di babak kualifikasi. Jadi kalo melewati fase grup ya masih belum sulit lah. Tim yang paling berpeluang untuk menemani Argentina adalah Nigeria.

Grup G
Jerman, Portugal, Ghana, USA

Ini juga cukup seru. Jerman masih tangguh, Portugal diberkahi CR7 factor, Ghana diisi pemain-pemain berotot yang besar di Eropa, dan USA mulai menata soccer-nya dengan lebih baik. Jerman masih terdepan, dan lawan terberatnya adalah Portugal, selama CR7 tidak menanggung beban berat itu sendirian. Ya, Ghana punya Michael Essien, tapi cukup berat untuk bisa meletakkan posisi klasemen diatas Jerman dan Portugal. Begitu pula USA.

Grup H
Belgia, Aljazair, Rusia, Korea Selatan

Belgia adalah calon raksasa baru eropa, meskipun tampak belum se stabil Rusia. Korsel mungkin baru akan berjaya lagi ketika jadi tuan rumah. Aljazair? Good luck, bro...


(bersambung)

10 Juni 2014

Piala Dunia Lebih Seru Daripada Black Campaign

Oke, mari kita lupakan sejenak pilpres, hayuk ngobrol tentang Piala Dunia.


Saya rasa, unggulan teratas Piala Dunia kali ini adalah Brazil. Selain faktor tuan rumah, keberhasilan mereka menjuarai Piala Konfederasi tahun lalu cukup membuat publik melek tentang kekuatan mereka yang sebenarnya. Skuat yang merata, minim superstar yang menonjol dominan sendirian, dan kekuatan tradisi membuat Brazil kembali berada di garis terdepan calon juara. Memang kali ini tidak lagi ada pemain yang benar-benar merajai eropa seperti dulu ada Ronaldo, Ronaldinho, atau Rivaldo, namun skuat yang muda ini memiliki potensi besar yang siap meledak. Andalan terdepannya adalah Neymar. Memang belum selevel tiga nama berawalan R yang baru saja saya sebut, tapi terbukti di Piala Konfederasi perannya sangat vital dalam mengkreasikan serangan. Lupakan sejenak tentang kiprahnya di Barcelona, yang sebenarnya juga tidak jelek, tapi Neymar dalam baju kuning akan menjadi orang yang berbeda. Yang terbilang paling mewah di timnas Brazil adalah barisan pertahanannya. Thiago Silva, Dante dan David Luiz termasuk dalam jajaran bek elit eropa. Belum lagi ditunjang dengan eksplosifitas Marcelo/Maxwell dan Maicon/Dani Alves di posisi fullback. Kekuatan pertahanan mereka ditunjang dengan kecepatan barisan penyerang sangat pas untuk kompetisi yang pendek dan padat seperti Piala Dunia ini. Apalagi dengan dukungan para pemain tengah seperti Oscar, Ramires, Paulinho, Fernandinho, Hernanes, dan Willian, Brazil saat ini sudah siap menghadapi tim manapun dengan gaya apapun.
Brazil, paling favorit.

Tapi tunggu dulu, jangan dulu remehkan Spanyol. Berstatus juara bertahan Piala Dunia yang sekaligus pemegang dua Piala Eropa terakhir berturut-turut tentu menggambarkan situasi timnas Spanyol saat ini. Lihat saja deretan pemain tengahnya. Mari kita sebut satu-satu. Iniesta, Xavi, Busquets dan Fabregas adalah pemain-pemain inti Barcelona yang bertahun-tahun menjadi tulang punggung permainan timnas Spanyol dalam meraih banyak gelar bergengsi. Memang saat ini pola permainan possession-based ala Barcelona tidak lagi berada di puncak kejayaan, sehingga dominasi lini tengah Barcelona di timnas Spanyol mungkin akan tergeser. Jadi mari kita lihat siapa saja kandidat penggantinya. Xabi Alonso adalah jenderal Real Madrid sekaligus pemegang posisi penting di depan bek-bek timnas Spanyol yang hingga saat ini sepertinya masih tak tergantikan. Javi Martinez adalah puzzle penyeimbang format tim Bayern Muenchen yang begitu digdaya musim lalu. Juan Mata sebelum pindah ke MU adalah pemain terbaik Chelsea. Koke adalah jantung permainan si juara liga spanyol, Atletico Madrid. David Silva adalah kunci kreatifitas si juara liga inggris, Manchester City. Santi Cazorla adalah aktor penting dibalik kebangkitan Arsenal. Untuk urusan lini tengah, Spanyol lah yang paling mewah. Dan jika kita sempat melihat ke pemain-pemain juniornya, maka kita akan masih melihat timnas Spanyol yang sangat kuat hingga bertahun-tahun ke depan.
Barisan penyerang Spanyol memang tak sementereng lini tengahnya, namun sekarang bisa dibilang adalah kombinasi terkuat dibanding 6 tahun terakhir. Sejak diberi kepercayaan lebih di Atletico Madrid, David Villa seperti meraih kembali energi nya sebagai salah satu striker terbaik Spanyol sepanjang sejarah. Fernando Torres bisa saja disebut flop di Chelsea, tapi Torres terbukti selalu moncer di sebuah turnamen. Pedro adalah penyerang versatile yang sangat militan dan bisa bergerak dari mana saja. Dan yang melengkapi tiga pemain ini adalah adanya Diego Costa, seorang striker petarung yang memiliki determinasi tinggi dan kemampuan finishing sangat bagus.
Awalnya saya menyayangkan timnas Spanyol yang hanya membawa enam orang untuk mengisi barisan pertahanan, namun rupanya justru ini bisa menggambarkan kecerdasan taktik Del Bosque. Dalam turnamen yang berlangsung tidak lama, barisan pertahanan menjadi daerah yang paling rigid karena tidak membutuhkan rotasi yang sering dan tidak memerlukan fleksibilitas taktis yang tinggi. Duet bek tengah tentu saja akan diisi Pique dan Ramos dengan di backup Raul Albiol. Fullback kiri hampir pasti jadi milik Jordi Alba yang di backup juga oleh Albiol. Fullback kanan akan menjadi rebutan untuk Juanfran dan Azpilicueta yang sama-sama tampil luar biasa setahun terakhir di tim masing-masing. Jika diperlukan, Busquets dan Javi Martinez juga siap turun ke belakang untuk mem backup bek tengah. Pemain belakang yang sedikit artinya banyak pemain tengah dan depan dengan berbagai variasi yang bisa dipilih Del Bosque.
Sektor kiper juga menarik. Seharusnya, tahun ini adalah tahun emas untuk Victor Valdes untuk menjadi pilihan utama di bawah mistar, mengingat kiprah emasnya di Barcelona musim ini dan seringnya Cassilas duduk di bangku cadangan. Sayangnya, cidera parah membuat Valdes kehilangan kesempatan emas ini. De Gea-lah kemudian yang dipanggil untuk menjadi kiper ketiga. Yang saya rasa sebenarnya justru cukup layak untuk menjadi pilihan pertama. Perlu diingat, De Gea adalah pemain terbaik Manchester United musim ini.
Spanyol, unggulan kedua dengan selisih sangat tipis dengan Brazil.

Jika Brazil memiliki barisan bek yang mewah, dan Spanyol diberkahi kemewahan itu di tengah, maka negara yang memiliki barisan penyerang paling mewah adalah : Argentina. Dianugerahi Lionel Messi, Sergio Aguero, Gonzalo Higuain, Rodrigo Palacio, dan Ezequiel Lavezzi, siapapun yang diturunkan akan menjadi ancaman serius bagi bek manapun. Mereka adalah sekelompok penyerang-penyerang terbaik dunia, bahkan sebenarnya masih ada Carlos Tevez yang entah mengapa selalu dikesampingkan oleh Sabella. Sayangnya Argentina tidak memiliki rombongan dirijen lini tengah yang istimewa. Dikendalikan utamanya oleh trio Mascherano-Gago-Di Maria, sebenarnya sudah cukup kreatif untuk menyuplai bola ke para striker gila itu, namun terasa timpang jika dikomparasi baik dengan kekuatan lini depan maupun dengan lini tengah tim negara lain. Yang paling timpang adalah mengenai barisan belakangnya. Argentina tidak memiliki "Messi" di belakang. Sebuah hal vital yang menjadi concern terbesar atas kekuatan Argentina secara keseluruhan. Piala Dunia adalah gelar yang paling sering menjadi bahan pembahasan mengenai kekurangan Messi dibanding Maradona. Seharusnya, di usia 26 sekarang ini, di usia ketika Maradona pertama kali meraih Piala Dunia, adalah momen terbaik bagi Messi untuk tidak saja sekedar menyudahi pembahasan tadi, tapi juga untuk melengkapi koleksi tropi mayor yang ada di lemari rumahnya. Sebuah alasan utama yang membuat Messi tidak akan pernah menerima tawaran negara manapun, termasuk Spanyol, untuk menjadi warga negara, kecuali tanah kelahirannya, Argentina.
Argentina, unggulan ketiga saya, semoga lini lain bisa sekuat lini depan.


( sumber : http://www.brazil-wc-2014.com/ )

Unggulan kuat berikutnya adalah : Jerman. Ketika tahun lalu Bayern Muenchen meraih treble dengan Borussia Dortmund menjadi pesaing terberatnya, maka Jerman otomatis menjadi salah satu tim unggulan tertinggi di dunia. Para pemain kunci dua tim ini adalah para pemain timnas yang langganan berada di posisi starter. Di paling belakang ada kiper yang dianggap terbaik di dunia saat ini, Manuel Neuer. Cepat, kuat, berpengaruh, dan nyaman dengan bola menjadikan posisi ini sulit digeser siapapun. Philip Lahm adalah salah satu bek terbaik dunia yang tidak hanya matang secara taktik dan skill, namun juga dari sisi kepemimpinan. Jerman juga memiliki bek tengah yang cukup oke, yaitu Matt Hummels, Jerome Boateng, dan Per Mertesacker. Kemewahan lini tengah juga dimiliki oleh Jerman, meskipun belum semahal Spanyol. Sami Khedira, Bastian Schwensteiger, Mesut ozil, Toni Kroos, Thomas Muller, Julian Draxler, Mario Gotze dan Andre Schurlle menjanjikan kekuatan lini tengah yang tactillay flexible, spartan, technical, dan cerdas. Sayangnya Jerman hanya membawa satu striker murni pada diri Miroslav Klose, karena Mario Gomez yang lebih sering mengalami cidera di musim ini. Dan yang lebih sayang lagi, Bundesliga player of the year tahun ini, si dinamis Marco Reus, harus absen di detik-detik terakhir menjelang keberangkatan ke Brazil karena cidera ketika melakukan uji coba melawan Armenia.
Jerman, masih lawan yang kuat.

Tim yang tidak banyak diperhatikan namun cukup layak untuk disimak kiprahnya di Piala Dunia kali ini adalah : Belgia. Entah apa yang dilakukan federasi sepakbola Belgia sehingga tiba-tiba bisa memunculkan sedemikian banyak nama mentereng yang mendadak menjadi nama-nama top di sepakbola eropa. Thibaut Courtois adalah kiper impian semua tim sepakbola saat ini. Muda, cepat, kuat, berani, handal. Dua gelar Zamora berturut-turut adalah buktinya. Chelsea sangat beruntung memiliki pemain ini. Paling tidak jika Chelsea tidak mampu menahan pemain ini untuk stay di London, jika dijualpun harganya selangit. Toby Alderweireld, Thomas Vermaelen, Vincent Kompany, dan Jan Vertonghen? Barisan belakang yang cukup meyakinkan, bukan? Di tengah ada Kevin Mirallas yang jadi andalan Everton, ada Marouanne Fellaini yang juga jadi (mantan) andalan Everton, disokong oleh Kevin De Bruyne dan Axel Witsel, serta ditambah kedinamisan andalan Chelsea yang kini berharga sangat mahal, Eden Hazard, dan youngster MU, Adnan Januzaj. Di ujung depan sana, Romelu Lukaku siap meledak dan siap untuk membuktikan diri menjadi striker top eropa nantinya. Well, mungkin Piala Dunia kali ini belum jadi sarana mereka untuk benar-benar ke puncak, tapi menjadi kesempatan emas untuk mematangkan generasi emas ini, sehingga bisa berbicara lebih banyak nanti.
Belgia, mari kita tunggu Piala Eropa dua tahun lagi.

Negara yang sedang mengalami tren menanjak adalah Perancis. Paul Pogba, yang secara bodoh dibuang oleh MU, telah berubah menjadi pemain tengah komplit sejak menjadi kunci lini tengah Juventus. Yohan Cabaye, Blaise Matuidi, Moussa Sissoko, dan Remy Cabella adalah punggawa lini tengah yang memang di atas kertas tidak sekelas para dirijen Jerman dan Spanyol. Dengan Hugo Lloris sebagai kiper, rombongan bek Raphael Varane, Patrice Evra, Mamadou Sakho, Eliaquim Mangala, dan Laurent Konscielny, dan tombak depan sekaliber Karim Benzema, Olivier Giroud, dan Loic Remy, Perancis cukup seimbang dan dalam dari belakang hingga depan. Memang disayangkan batalnya kemunculan nama Franck Ribery di daftar nama squad akibat cidera, namun hadirnya Antoine Griezmann dianggap cukup layak untuk mengisi kekosongan itu.
Perancis, The Dark Horse.

Berdasarkan tren performa tim-tim di liga lokalnya, Italia tidaklah terlalu menyeramkan. Nama-nama yang mengisi lineup mereka pun tidak lagi sekaliber -sebut saja- Del Piero, Filpo Inzaghi, Christian Vieri, Paolo Maldini, dan Alessandro Nesta. Living Legend yang masih bermain adalah Gianluigi Buffon dan Andrea Pirlo, ditunjang dengan duo bengal Mario Balotelli dan Antonio Cassano, serta si debutan yang menjanjikan, Ciro Immobile. Namun, Italia tetaplah negara dengan tradisi sepakbola yang kuat dengan identitas permainan yang sangat terkenal. Meskipun bukan unggulan, kurang tepat rasanya jika Italia dipandang sebelah mata.
Italia, hormati tradisi mereka.

Dan, ada Belanda. Terus terang saya tidak banyak kenal dengan deretan nama di barisan belakang Belanda, namun Michel Vorm dan Tim Krul bukanlah kiper ecek-ecek, terutama jika mampu tampil konsisten. Meskipun begitu, trio Nigel De Jong-Wesley Sneijder-Arjen Robben punya segudang pengalaman untuk tampil di laga-laga penting kelas dunia. Tentu saja Robie Van Persie tetap menakutkan di lini depan, apalagi dengan konfidensi yang meningkat seiring dengan diangkatnya pelatih Belanda saat ini menjadi pelatih di timnya juga.
Belanda, harus berjuang keras melawan Chili untuk menemani Spanyol lolos dari grup B.

Tim-tim lain seperti Uruguay, Pantai Gading, dan Portugal mungkin juga cukup diunggulkan, tapi saya tidak terlalu tertarik untuk membahas mereka, mungkin karena selama ini saya kurang memperhatikan mereka. Maybe they will go far, but not too far.


Dan kita tidak perlu membahas Inggris, kan?

---------------------------------------------------------

Bonus :

1. Daftar panjang pemain hebat yang terpaksa absen di Piala Dunia 2014 baik karena tidak lolos, tidak terpilih, maupun cidera :

- Tidak lolos : Ibrahimovic (Swedia), Gareth Bale (Wales).
- Cidera : Victor Valdes, Thiago (Spanyol); Holger Badstuber, Ilkay Gundogan, Mario Gomez, Marco Reus (Jerman); Kevin Strootman (Belanda); Theo Wallcot (Inggris); Riccardo Montolivo (Italia); Franck Ribery (Perancis); Radamel Falcao (Kolombia); Christian Benteke (Belgia).
- Tidak terpilih : Carlos Tevez (Argentina), Samir Nasri (Perancis).

2. Jadwal Lengkap Piala Dunia


(sumber : nastopo.com)

20 Desember 2012

Desember's Notes

Bulan Desember, mendekati akhir putaran pertama liga-liga eropa. Banyak hal terjadi yang cukup menarik untuk disimak. Sebagian juga menjadi ketidakseruan di sisi lainnya.

Dari Liga Spanyol, kemenangan Barcelona atas Atletico Madrid memperlebar selisih peringkat pertama dan kedua di klasemen sementara menjadi 9 poin. Ditambah dengan fakta bahwa Real Madrid, yang masih dianggap seteru paling kuat Barcelona, entah mengapa menjadi mlempem meskipun dengan skuad yang kurang lebih sama dengan tahun lalu, maka selisih Barcelona - Real Madrid pun melebar menjadi 13 poin. Ditambah dengan kondisi Barcelona yang masih tampak sangat stabil, sepertinya Tropi La Liga musim ini makin mendekat ke Camp Nou. Simeone pun mengatakan bahwa Barcelona membuat La Liga menjadi membosankan, karena sekarang menjadi one team race. Sebuah sindiran yang sebenarnya adalah pujian dan kekaguman. Namun Barcelona musti tetap hati-hati mengingat kondisi Tito Vilanova yang ternyata kembali harus dioperasi untuk mengangkat tumornya, jelas memerlukan masa recovery.

Pindah ke Inggris, secara mengejutkan Manchester United mampu mengalahkan Manchester City di laga tandangnya. Hasilnya, MU memimpin dengan selisih signifikan, yaitu 6 poin. Saya katakan mengejutkan, karena MU musim ini terbilang labil. Di suatu saat, MU bisa menjadi singa ganas yang mampu melibas tim manapun, tapi di saat yang lain, MU bahkan terdesak ketika melawan tim yang berada di papan bawah klasemen. Melawan City yang kuat, MU malah mampu mengeluarkan potensi terbaiknya. Semoga performa stabil duet Carrick-Cleverley selalu membawa MU tetap stabil di sisa musim ini.

Beralih ke Italia, performa Lazio cukup memuaskan. Terutama karena mampu mengalahkan tim kuat, Inter Milan. Memang belum menjadi kandidat serius peraih Scudetto, tapi cukup menjanjikan untuk kembali bersaing di papan atas. Tampaknya impian berlaga kembali di Liga Champion masih ada dalam jangkauan.



Yang menarik lainnya adalah hasil undian babak knockout Liga Champion. Hasil lengkapnya adalah sebagai berikut :

Rabu, 13-02-13 :
Galatasaray vs Schalke 04
Celtic vs Juventus

Kamis, 14-02-13 :
Arsenal vs Bayern Munich
Shakhtar Donetsk vs Borussia Dortmund

Rabu, 20-02-13 :
AC Milan vs Barcelona
Real Madrid vs Manchester United

Kamis, 21-02-13 :
Valencia vs PSG
Porto vs Malaga

Agak disayangkan ketika Milan langsung bertemu Barcelona, dan Real Madrid langsung bertemu Manchester United. Saya rasa ini adalah dua partai paling penting dan seru di babak pertama knockout ini. Apalagi jadwal memaksa dua partai ini dimainkan di hari dan jam yang sama. Cukup sayang untuk dilewatkan salah satunya. Meskipun Barcelona masih tampil sangat stabil, Milan tentunya akan tetap memberikan perlawanan ketat dengan dipimpin performa ciamik El Sharaawy. Namun, sepertinya Barcelona masih akan tetap lolos.

Di pertandingan satunya, Real Madrid dan Manchester United sedang mengalami kemiripan kondisi meskipun menghadapi kenyataan perbedaan posisi klasemen. Sama-sama diisi bintang-bintang besar, dua tim ini memiliki potensi besar yang mampu melibas tim manapun, sekaligus bisa menjadi tim labil dengan performa sangat biasa. Real Madrid masih Los Galacticos, dipimpin Cristiano Ronaldo yang alumni sekaligus fans MU dan anak didik Opa Fergie. Sayangnya, dikabarkan bahwa kondisi internal Madrid saat ini sedang tidak stabil, antara lain disebabkan goyangan kabar transfer, dan keretakan hubungan antar starter. Sedangkan MU sedang mengalami eskalasi percaya diri hasil serentetan hasil positif. Duet van Persie - Rooney semakin dahsyat didukung Welbeck dan Chicharito dari bangku cadangan. Barisan pertahanan perlahan-lahan pulih dari badai cidera, meninggalkan banyak pilihan bagi Fergie untuk menyusun rapatnya garis belakang. Yang paling positif, duet Carrick dan Cleverley semakin padu dan kreatif. Kesepahaman keduanya bisa dibilang bergerak mendekati kekuatan possession lini tengah Barcelona. Passing pendek satu dua mereka menjadi metronome yang mampu mengalirkan bola secara cepat, sekaligus bisa mempertahankan possession dengan cukup baik. Perlahan-lahan, suatu saat duet ini bisa jadi salah satu duo midfielder terbaik dunia. Sekaligus kabar positif untuk masa depan timnas Inggris.

Sebagai fans MU dan Barcelona, tentu saja saya ingin MU mengeliminasi Real Madrid, untuk kembali menjaga kemungkinan All-My-Fave-Final (sounds cute, isnt it?) di Liga Champion tahun ini, mengulang kisah musim 08/09 dan 10/11. Gelaran final tiap dua tahunan.

Above all, semoga semua Liga dan Liga Champion semakin seru dan menegangkan. Good Football above all fanaticism.

10 Juli 2012

Football Clubs And Those Sugardaddies

- Sugar daddy is a slang term for a man who offers money or gifts
to a younger person in return for companionship or sexual favours (wikipedia) -

Istilah sugardaddy digunakan di dunia sepakbola untuk menggambarkan orang-orang (atau korporasi) yang "kebanyakan uang", lalu melakukan pembelian sebuah klub sekaligus menggelontorkan uang sebanyak-banyaknya untuk keperluan apa saja (bisa untuk membeli pemain, memperbaiki stadion, mengupgrade fasilitas) demi mengangkat image, gengsi, dan prestasi tim itu. Contoh tim sugardaddy adalah Manchester City, PSG, Chelsea, dan Malaga.

Banyak pihak menganggap bahwa tim sugardaddy ini mengganggu, atau bahkan merusak, sepakbola. Alasannya, karena adanya uang melimpah yang datang begitu saja akan membuat klub itu mampu membeli pemain (hampir) manapun sekehendak hatinya. Pemain berkualitas tentu akan menganggap dirinya layak untuk dihargai tinggi, sehingga akan mempertimbangkan tawaran yang datang dari tim kaya ini jika disodori kemungkinan kontrak dengan nilai wah. Dengan cara ini, harga pemain bagus (maupun potensial) akan melonjak tinggi, terutama ketika dikabarkan diminati tim kaya tersebut. Akibatnya, tim-tim yang tidak didukung dana besar akan mengalami kesulitan mendapatkan pemain-pemain bagus. Padahal di saat yang sama, tim kaya tadi sebenarnya telah memiliki segudang pemain bagus yang ternyata dianggap kurang mampu memenuhi ekspektasi sang pemilik.

05 Juli 2012

Mengapa Tiki Taka Dianggap Membosankan

Dengan tiki-taka, Barcelona era Guardiola menguasai eropa dan dunia. Seluruh gelar bergengsi berhasil direbut, bahkan ada diantaranya yang dikoleksi dalam satu musim saja. Imbas positifnya, timnas Spanyol mencatat rekor sebagai tim pertama yang bisa meraih tiga gelar mayor sepakbola antar negara secara berturut-turut setelah sebelumnya dianggap sebagai negara medioker, dengan strategi yang berbasis tiki-taka Barcelona ini. Namun belakangan, banyak yang menganggap tiki-taka adalah strategi yang sangat membosankan. Tentu saja pendapat ini sah-sah saja. Di saat yang sama, oleh sebagian kalangan yang lain, tiki-taka yang diterapkan oleh Barcelona-nya Guardiola ini justru dianggap sebagai strategi paling ampuh, sekaligus menjanjikan hiburan yang menyenangkan. Jadi, sebenarnya tiki-taka ini menyenangkan atau membosankan?

Konsep dasar tiki-taka adalah penguasaan bola yang bergerak cepat dari kaki ke kaki, diiringi pergerakan tanpa bola untuk mencari space kosong, dan membuka peluang emas melalui umpan terobosan. Tidak banyak umpan lambung yang tingkat akurasinya lebih rendah, tidak banyak tendangan jarak jauh, dan tidak banyak pula aksi-aksi individual. Messi adalah pengecualian untuk yang ketiga. Penguasaan bola berarti meminimalisir serangan lawan, sekaligus memperbesar kans untuk melakukan serangan. Supaya bisa berhasil, tiap personil dalam tim harus memiliki teknik dasar sepakbola yang sangat bagus. Pemain harus memiliki kontrol bola, ball keeping, off the ball, passing sempurna, dan visi permainan yang hebat. Syukur-syukur jika ditambah kemampuan dribble dan finishing yang oke. Kesalahan kecil, meskipun itu hanya kesalahan pergerakan, akan merusak tatanan tiki-taka. Apalagi rangkaian dari sekian kesalahan, itu akan berarti tidak terbentuknya formasi tiki-taka.

25 Juni 2012

EURO 2012 Udah Semifinal Aja

Bulan Juni ini hampir saja terlewati tanpa satu tulisanpun. EURO 2012 yang mengisi senggang liburan musim kompetisi Eropa tidak terlalu menggelitik jari saya. Berhubung saya kangen juga buat nulis disini, maka saya tuangkan saja beberapa gejolak yang terjadi di pikiran saya, mumpung EURO juga sudah memastikan siapa saja yang berhak melaju ke semifinal.

EURO kali ini relatif tidak menghadirkan kejutan besar. Hanya melempemnya performa Belanda yang cukup membuat kita mengrenyitkan dahi, meskipun sedikit dan tidak lama. Selebihnya berlangsung normal-normal saja.

Unggulan utama masih Spanyol. Bermaterikan para pemain yang sebagian besar adalah juara bertahan Piala Eropa dan Piala Dunia, Spanyol terlihat paling stabil dan meyakinkan dengan filosofi dan karakter kuat yang menjadi kelebihan sekaligus kekurangan utama. Spanyol masih bermain dengan penguasaan bola dan pergerakan serta passing mematikan. Mau tidak mau, gaya permainan Spanyol sangat mengingatkan kita kepada Barcelona, meskipun Mourinho pernah mengatakan bahwa Spanyol bukan Barcelona, karena banyak juga pemain tim lain disana, termasuk Real Madrid. Memang cideranya David Villa dan Carles Puyol membuat dominasi Barcelona di timnas Spanyol berkurang, namun ketika melihat Spanyol bermain, saya tidak bisa memikirkan tim lain selain Barcelona. Yah selain karena faktor bahwa saya juga fans Barcelona. Yang cukup unik di EURO kali ini, Del Bosque lebih sering memainkan starting lineup tanpa striker murni, dengan menurunkan Cesc Fabregas sebagai false nine. Tidak adanya Villa rupanya sangat berpengaruh pada skema permainan Spanyol. Torres tidak lagi seperti empat tahun lalu, dan Llorente belum berpengalaman di laga internasional.

04 Desember 2011

Spain For EURO 2012!!!

Hiburan Sepakbola selama jeda liburan kompetisi liga di Eropa bulan Juni-Agustus 2012 akan diramaikan dengan adanya Piala Eropa. Berikut adalah hasil undian pembagian grup :

Grup A : Polandia, Yunani, Rusia, Rep. Ceko
Grup B : Belanda, Denmark, Jerman, Portugal
Grup C : Spanyol, Italia, Rep. Irlandia, Kroasia
Grup D : Ukraina, Swedia, Prancis, Inggris

Jika dilihat dari hasil tersebut, maka sepertinya persaingan paling ketat akan terjadi di Grup B. Belanda dan Jerman tampil sangat mengesankan di Piala Dunia 2010 lalu. Dengan skuad yang muda, Belanda dan Jerman mampu menyuguhkan sepakbola atraktif yang indah, eksplosif, dan efektif. Saya rasa (ingin, lebih tepatnya) Belanda dan Jerman akan kembali memperlihatkan penampilan positif dan lolos ke fase selanjutnya. Meski begitu, Portugal tidak bisa disepelekan. Dipimpin salah satu pemain terbaik dunia saat ini, Cristiano Ronaldo, Portugal jelas merupakan kekuatan besar. Ditambah sederet pemain bagus lainnya, Portugal diharapkan mampu membuktikan kepada dunia bahwa mereka layak menjadi kandidat juara. Sementara Denmark sepertinya menjadi tim yang diatas kertas paling lemah. Namun sepakbola bukanlah permainan di atas kertas, maka Denmark akan selalu menjadi tim dinamit yang siap meledak kapan saja.

Jagoan saya tentu saja Spanyol, mengingat banyaknya pemain Barcelona yang ada disana. Diakui atau tidak, Barcelona connection berperan besar di timnas Spanyol. Peran sentral Xavi-Iniesta didukung Pedro-Villa di depan dan Puyol-Pique di belakang menjadi kekuatan utama Spanyol. Penambahan para pemain kunci dari Real Madrid malah akan membuat Spanyol menjadi semakin kuat. Cassillas adalah kiper terbaik dunia, Ramos adalah bek yang sangat agresif dalam membantu penyerangan, serta Xabi Alonso yang merupakan jantung permainan Madrid. Ditambah David Silva yang sedang bersinar terang membawa Manchester City menjadi tim dominan di Inggris, maka saya rasa Spanyol adalah tim paling established, dan team-to-beat number one. Bergabung di grup A, saya kira Spanyol akan lolos bersama Italia ke babak selanjutnya.

Saya juga berharap Inggris mampu tampil bagus dan meyakinkan, meskipun tidak berharap banyak untuk jadi juara. Ditahbiskan sebagai negara asal terciptanya sepakbola, dan saat ini menjadi negara dengan Liga profesional terbaik di dunia, Inggris malah gagal untuk menjadi tim kuat di Eropa. Berlimpahnya pemain bintang yang kaya raya dianggap membuat para pemain tersebut tidak meletakkan seluruh hatinya ketika bermain untuk tim nasional. Selain itu kekurangan terbesar dianggap ada di posisi penjaga gawang. Namun saat ini sepertinya masalah-masalah tersebut sudah teratasi. Keringnya prestasi Inggris diharapkan mampu membawa para pemainnya memiliki motivasi yang sangat tinggi. Gemilangnya Joe Hart bersama Manchester City juga akan menimbulkan kepercayaan diri lebih baik di barisan pertahanan Inggris yang sangat kuat dikomandoi John Terry dan Rio Ferdinand. Berada di grup dengan kekuatan merata akan menjadi ujian awal bagi Inggris atas kiprahnya di Piala Eropa kali ini.

Selebihnya, saya sangat mengharapkan ada kejutan-kejutan seperti ketika Yunani menjadi juara Eropa tahun 2004, dan muncul bintang-bintang baru yang akan menjadi target transfer panas dari tim-tim besar Eropa.